Setiap manusia di dunia pastinya mendambakan hidup yang bahagia, aman, nyaman, lancar, dan full senyum. Entah dengan meraih cita-cita, mimpi, mendapatkan sesuatu yang diinginkan, support orang sekitar, prestasi akademik maupun non akademik, mendapatkan pasangan hidup yang tepat, income yang more than enough buat kebutuhan sehari-hari, keteraturan hidup, atau bahkan bisa berdiri di atas kaki sendiri pun bisa jadi sumber kebahagian tersendiri bagi seseorang. Sehingga kebahagiaan satu orang nggak bisa dibandingin sama kebahagiaan orang lain karena patokan bahagia setiap orang itu berbeda-beda. Tapi pada intinya, agar kehidupan kita lebih teratur dan tenteram, ada beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan. Meskipun terlihat sepele, tapi justru beberapa hal ini lah yang menjadi pondasi yang menguatkan dinding-dinding dan atas kehidupan kalian. Berikut 11 filosofi Jepang tentang kehidupan yang wajib banget sobat beside us tau dan terapkan di kehidupan kalian sehari-hari.
1. Ikigai (tujuan hidup)
Sebagai manusia yang hidup di dunia yang singkat ini, kita harus memiliki tujuan hidup agar masa hidup yang Tuhan beri kepada kita ini tidak habis dengan sia-sia. Ada 4 inti dari ikigai, yakni:
- Apa yang kamu cintai
- Apa yang kamu kuasai
- Apa yang dunia butuhkan
- Apa yang membuatmu bisa dibayar
2. Wabi-Sabi (menerima kekurangan)
Setiap orang pasti menginginkan hasil terbaik dan sesempurna mungkin, bahkan nggak cuma hasil dari proses tapi juga menyangkut fisik maupun sifat seseorang. Ketika seseorang memiliki suatu kekurangan yang ‘tidak umum’ atau di bawah standar yang tercipta dari stereotype masyarakat, masyarakat cenderung akan mengucilkan dan mencemooh. Tapi yang perlu sobat beside us pahami disini adalah setiap makhluk di dunia ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda, bahkan saudara kembar sekalipun, karena pada intinya tidak ada makhluk yang sempurna di dunia ini.
3. Shikita Ga Nai (menerima dan menjalani takdir)
Ada 2 jenis takdir yang kita kenal di dunia ini, yakni takdir yang bisa diubah dan takdir yang tidak dapat diubah. Tapi sayangnya masih banyak orang yang belum benar-benar paham akan perbedaan dari keduanya, karena masih ditemukan orang yang dikit-dikit ngomong, “ah sudah takdirnya, mau gimana lagi”. Kita memang diwajibkan menerima dan menjalani takdir, tapi bukan berarti kita pasrah gitu aja pada takdir yang seharusnya bisa diubah.
4. Oubaitori (tidak membanding-bandingkan)
Filosofi oubaitori hampir sama dengan filosofi wabi-sabi, atau lebih tepatnya integrasi dari filosofi wabi-sabi, filosofi oubaitori ini lebih general. Tidak membanding-bandingkan yang dimaksud disini adalah dari segala aspek kehidupan, bisa berupa kekurangan, kelebihan, kesuksesan, jalan hidup, dan lain-lain, tidak seharusnya dibandingkan dengan kehidupan dari orang lain.
5. Soshin (terbuka untuk semua hal baru)
Mengetahui bukan dosa besar kok. Justru bisa bermanfaat buat diri sendiri maupun orang lain, entah hal itu baik atau buruk, apa yang sobat beside us ketahui pasti ada manfaatnya. Jadilah padi yang siap panen sehingga mudah untuk berlaku layaknya gelas yang selalu kosong.
6. Omotenashi (memberi yang terbaik dan tidak pamrih)
Berbuat baiklah dengan tulus. Tulus disini nggak hanya diartikan bahwa kalian melakukan sesuatu tanpa mengharap imbalan, tapi juga melakukannya dengan sebaik mungkin. Seringkali seseorang melakukan sesuatu atas dasar persepsi give and take, padahal nggak semua hal di bumi ini yang harus diberi imbalan saat di dunia, bisa jadi Tuhan menyiapkan hadiah besar. Dengan menanamkan filosofi ini, hidup kalian akan penuh dengan ketulusan dan ketentraman hati.
7. Omoiyori (empati dan saling menyayangi)
Empati dan saling menyayangi nggak cuma sesama manusia maupun makhluk lain, tapi juga pada diri sendiri. Akhir-akhir ini banyak sekali isu tentang mental health yang kebanyakan disebabkan kurangnya memerhatikan diri sendiri. Oleh karena itu sayangilah diri sendiri dan orang lain, serta hewan dan tumbuhan.
8. Mottainai (tidak bersikap hambur-hamburan)
Perlu sobat beside us ingat adalah Tuhan tidak suka suatu hal yang berlebihan. Kata mottainai ini sering diucapkan untuk mengungkapkan perasaan menyesal telah menyia-nyiakan sesuatu atau tidak memanfaatkan dengan baik. Semua hal yang ada patut disyukuri, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai yang bermanfaat dan jangan sia-siakan.
9. Gaman (tekun, sabar, dan toleransi)
Basic habit yang harus sobat beside us anut adalah ketekunan, kesabaran, dan sikap toleransi. Ketiga perilaku ini dapat membawa kalian pada ketentraman hati, kenyamanan hidup bersosialisasi, serta kepercayaan dari orang lain.
10. Kintsugi (mengambil hikmah)
Kadang kita merasa terpuruk dan sehancur-hancurnya ketika gagal melakukan sesuatu maupun ketika terjadi suatu hal buruk. Sulit memang tapi bukan berarti nggak mungkin buat kita tabah dan mencoba untuk menelaah hikmah dari kejadian tersebut.
11. Kaizen (perbaikan secara konsisten)
Memperbaiki diri itu baik, tapi kalau tidak diimbangi dengan konsistensi, perbaikan diri itu nggak akan berlangsung lama karena suatu saat diri yang lama akan Kembali lagi. Nggak perlu buru-buru, cukup perlahan tapi berkelanjutan.
Kesebelas filosofi hidup orang Jepang di atas bisa berlaku secara umum karena sifatnya yang mendasar sehingga tidak mendeskriminasi kelompok tertentu. Semangat selalu menjalani hidup, hidup itu singkat jadi mari buat hidup kita lebih bermanfaat serta tidak sia-sia <3

