
BAHAYA: Kenikmatan Sementara Rokok Elektrik (Vape) Mampu Merusak Kesehatan
Dewi Pratiwi
Penulis Beside Us
Siapa tidak mengenal rokok elektrik (vape)? Banyak orang mengatakan bahwa salah satu cara pengganti rokok batang (rokok tembakau) adalah menggunakan rokok elektrik. Rokok dengan konsep ini menghasilkan aerosol dengan memanaskan liquid menjadi uap. Kandungan pada liquid tersebut terdiri dari perasa, nikotin, dan bahan-bahan kimia lain. Pengguna rokok elektrik menikmati uap yang dihasilkan dengan cara dihirup. Kenikmatan dari rokok elektrik hanyalah sementara, untuk dampak jangka panjang mampu merusak kesehatan tubuh penggunanya. Simak berikut ini bahaya rokok elektrik (vape) dan cara kerjanya yang perlu diketahui:
Cara Kerja Rokok Elektrik (Vape)
Rokok elektrik memiliki komponen penyusun perangkat ini, diantaranya mulai dari bagian paling atas terdapat mouthpiece sebagai bagian yang dihisap oleh pengguna. Liquid ditampung dalam bagian katrid, ketika habis dapat dilakukan isi ulang dengan liquid yang baru. Biasanya senang mengganti liquid dengan rasa-rasa yang disukainya. Rokok elektrik menyala dengan adanaya baterai yang akan berfungsi untuk memanaskan coil. Sehingga, coil yang merupakan elemen pemanas dapat melakukan tugasnya untuk memanaskan liquid. Terakhir, elemen atomizer lah yang menjadi tempat terjadinya perubahan liquid menjadi uap.
Kandungan Rokok Elektrik (Vape)
Dalam rokok elektrik, terdapat kandungan-kandungan yang tergolong berbahaya. Kandungan tersebut terdapat perasa liquid yang mengandung rasa-rasa baik manis buah dan sebagainya. Perasa ini menarik pengguna karena dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Selain itu terdapat nikotin, suatu zat adiktif yang mampu meningkatkan denyut jantung maupun tekan darah seseorang. Kandungan Propilen glikol (PG) dan gliserin sayur (VG), bahan pembawa rasa dan nikotin. Zat-zat kimia yang masih banyak lagi juga terkandung dalam rokok elektrik, contohnya asetaldehida, formaldehida, logam berat, dan THC (bahan aktif di dalam ganja).
Vape / Renz Macorol via Pexels
Bahaya Rokok Elektrik (Vape)
Melihat proses kerja dari rokok elektrik beserta seluruh kandungan yang ada didalamnya mampu membawa hal bahaya bagi tubuh pengonsumsinya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) rokok elektrik menjadi penyebab penyakit paru-paru serius, termasuk EVALI (E-cigarette, or Vaping, Product Use-Associated Lung Injury). Tidak hanya paru-paru bahan kimia yang terkandung dalam rokok elektrik yang bersifat karsinogenik akan meningkatkan risiko kanker berdasarkan Institut Kanker Nasional Amerika Serikat (NCI). Indonesia sendiri melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga turut menghimbau untuk melarang penggunaan rokok elektrik ataupun produk tembakau lainnya karena melihat bahaya yang ditimbulkan.
Dampak Rokok Elektrik (Vape) Bagi Kesehatan Tubuh
Beberapa kerusakan pada kesehatan tubuh akan dialami pengguna rokok elektrik (vape) diantaranya:
- Kerusakan Organ Paru-paru
Kandungan rokok elektrik berbahaya yaitu berbahan kimia nikotin, asetaldehida, dan formaldehida. Hal tersebut dikarenakan dapat menjadi penyebab rusaknya paru-paru, dan mengiritasi saluran pernapasan. Tidak hanya itu risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis kronis, serta asma juga dapat dialami - Kerusakan Organ Jantung
Nikotin dalam vape tidak hanya meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, tapi juga berpotensi merusak pembuluh darah serta mengganggu fungsi jantung. Akibatnya, pengguna vape berisiko lebih tinggi mengalami serangan jantung dan stroke. - Kerusakan Organ Otak
Selain itu, nikotin yang terdapat dalam vape juga dapat menghambat perkembangan otak pada remaja dan meningkatkan risiko kecanduan serta masalah kognitif. - Kerusakan Organ Reproduksi
Nikotin juga menyerang dan mengganggu kesuburan seseorang. Organ reproduksi akan mengalami permasalahan baik wanita maupun pria yang menjadi pengguna rokok elektrik. Wanita yang sedang hamil juga akan mengalami peningkatan risiko keguguran. - Kanker
Bahan kimia rokok elektrik (vape) dengan sifat karsinogenik mampu memicu kanker. Risiko kanker yang dialami diantaranya terjadi pada organ paru-paru, mulut, maupun kanker lainnya.
Masihkah kalian menggunakan rokok elektrik ini? Terapkan pola hidup sehat dan berbagai kegiatan positif membangun diri, manajemen kesehatan mental juga perlu dilatih. Mencari kesegaran ataupun kelegaan pada rokok elektrik ataupun perangkat yang mengandung zat berbahaya merupakan hal yang salah dan harus tinggalkan.

Dewi Pratiwi
Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.




