Bagikan

Bungeoppang vs Taiyaki Kue Ikan Khas Korea dan Jepang, Apa Bedanya?

Author : Dewi Pratiwi . 08 April 2025

Bungeoppang vs Taiyaki Kue Ikan Khas Korea dan Jepang, Apa Bedanya?

Author : Dewi Pratiwi . 08 April 2025

Kue berbentuk ikan selalu menarik perhatian, terutama bagi pencinta kuliner Jepang dan Korea. Dua varian yang sering ditemukan adalah bungeoppang dari Korea dan taiyaki dari Jepang. Sekilas tampak serupa, tetapi sebenarnya ada beberapa perbedaan mencolok antara keduanya. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai kedua camilan populer ini.

Asal-Usul dan Sejarah

Taiyaki berasal dari Jepang dan pertama kali muncul pada era Meiji (1868-1912). Kue ini merupakan evolusi dari imagawayaki, camilan berbentuk bulat dengan isian kacang merah. Seiring berjalannya waktu, bentuk ikan sea bream menjadi populer karena dianggap sebagai simbol keberuntungan di Jepang.

Di sisi lain, bungeoppang mulai dikenal di Korea pada awal abad ke-20, saat Jepang membawa taiyaki selama masa kolonial. Masyarakat Korea mengadopsi resep tersebut dan menciptakan versi lokalnya yang lebih sederhana. Nama "bungeoppang" berasal dari kata "bungeo" yang berarti ikan mas, dan "ppang" yang berarti roti.


Taiyaki / Pinterest Flickr

Perbedaan Bentuk dan Tekstur

Walaupun sama-sama berbentuk ikan, perbedaan desainnya cukup mencolok. Taiyaki biasanya memiliki ekor yang mencuat ke atas dan tampak lebih detail dengan sisik yang jelas. Sementara itu, bungeoppang lebih menyerupai ikan mas biasa dengan bentuk ekor yang lebih lurus.

Dari segi tekstur, taiyaki cenderung lebih kenyal di bagian dalam dan renyah di luar, mirip dengan wafel. Ini disebabkan oleh adonan yang lebih ringan dan penggunaan cetakan individu. Sementara itu, bungeoppang memiliki tekstur lebih garing di seluruh bagian, karena biasanya dipanggang dalam cetakan berisi beberapa kue sekaligus.

Varian Isian dan Rasa

Isian adalah salah satu aspek yang membedakan kedua kue ini. Taiyaki memiliki variasi isian yang lebih beragam, mulai dari pasta kacang merah, custard, cokelat, keju, hingga varian gurih seperti sosis dan bacon. Bahkan ada versi modern yang mengadaptasi taiyaki sebagai wadah untuk es krim.

Sebaliknya, bungeoppang pada awalnya hanya menggunakan isian kacang merah. Namun, inovasi dalam kuliner Korea telah menghadirkan variasi lain seperti krim vanila, cokelat, dan keju. Meskipun demikian, isian bungeoppang tetap lebih terbatas dibandingkan taiyaki.


Street Food / Pinterest Clayton Christopherson

Popularitas di Masa Kini

Baik taiyaki maupun bungeoppang tetap menjadi jajanan favorit hingga saat ini. Taiyaki banyak dijual di festival dan kedai street food Jepang, sedangkan bungeoppang menjadi camilan khas musim dingin di Korea, dijajakan di pinggir jalan dengan harga yang cukup terjangkau.

Seiring berkembangnya tren kuliner global, kedua camilan ini juga semakin mudah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tak heran, banyak kedai makanan yang menawarkan kedua versi ini dengan berbagai inovasi baru.

Meskipun memiliki asal-usul yang berkaitan, taiyaki dan bungeoppang berkembang dengan karakteristiknya masing-masing. Perbedaan utama terletak pada tekstur, bentuk, serta variasi isian. Taiyaki lebih beragam dalam pilihan rasa dan bentuknya lebih detail, sedangkan bungeoppang memiliki tekstur lebih renyah dan cenderung mempertahankan tradisi isiannya.

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?