Insecure adalah keadaan dimana kita merasa tidak percaya diri, cemas dan takut dengan apa yang terjadi atau yang akan terjadi. Perasaan ini memang sesekali perlu ada pada diri kita untuk memotivasi agar kita bisa lebih baik dari versi diri kita yang sebelumnya. Namun jika insecure ini terlalu berlebihan dan berkepanjangan juga tidak baik karena akan menggangu kesehatan mental kita. Insecure ini sering kali dikaitkan dengan mencintai diri sendiri atau biasa disebut self-love. Hal ini disebabkan kebanyakan orang memercayai bahwa self-love dapat mengobati rasa insecure yang muncul berlebihan dalam diri kita.
Mencintai diri sendiri atau self-love merupakan bentuk apresiasi diri terhadap apa yang telah kita capai. Self-love juga sangat mendukung dalam pengembangan diri, baik secara fisik, psikologis maupun spiritual. Ada 4 aspek penting yang dapat mempengaruhi self-love, antara lain: self-awareness (kesadaran diri), self-worth (harga diri), self-confidence (kepercayaan diri) dan self-care (perawatan diri) yang saling berkaitan satu sama lain. Berkaitan dengan rasa insecure, berikut ada beberapa cara untuk mencegah dan menguranginya:
1. Mengenali diri sendiri

Mengenali diri sendiri merupakan langkah awal yang dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengenal lebih dalam bagaimana diri kita. Seperti yang pernah dikatakan oleh Buya Hamka bahwa “Mengenal diri sendiri jauh lebih sukar daripada ingin mengetahui kepribadian orang lain. Sebab itu, kenalilah dirimu sebelum mengenal pribadi orang lain”, sehingga akan sangat bermanfaat jika kita bisa mengenali diri kita dengan baik terlebih dahulu. Salah satu contoh manfaatnya adalah kita akan memiliki pengendalian diri yang baik. Dikutip dari Gramedia Blog, untuk mengenali diri sendiri kita dapat melakukan beberapa hal, antara lain mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan diri, mengamati bidang yang dikuasai dan kurang dikuasai, bersikap jujur pada diri sendiri, mendengarkan suara hati, memusatkan perhatian saat melakukan kegiatan sehari-hari, belajar untuk mendeskripsikan penampilan diri sendiri, menyadari dan memahami peran diri dalam kehidupan, meminta orang lain memberikan feedback, menentukan visi dan misi hidup, mengikuti tes kepribadian atau berkonsultasi.
2. Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain
membandingkan / Bich Tran via pexels
Fokuslah pada apa yang menjadi tujuan dari hidup kita. Setiap orang memiliki metode dan jangka waktu yang berbeda, oleh karena itu kita cukup melakukan suatu pekerjaan dengan semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas diri kita. Jangan terlalu memaksa diri untuk menjadi seperti orang lain inginkan. Seperti kata pepatah “ada banyak jalan menuju Roma”. Kesuksesan seseorang dilihat dari ketercapaian tujuan dirinya sendiri, bukan atas dasar standar orang lain. Begitu pula dengan bentuk fisik yang bersifat relatif dan tidak bisa dibanding-bandingkan.
3. Jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain
pendapat orang lain / Vera Arsic via pexels
Mendengarkan pendapat orang lain itu baik, akan tetapi jika terlalu didengarkan tanpa memilah dan memilih maka nantinya pendapat-pendapat itu akan menjadi boomerang bagi kita. Kita jadi sering overthinking, merasa diri kita kurang, merasa diri kita salah. Hal ini mengakibatkan kita terlalu terpuruk tanpa ada motivasi untuk bangkit dan memperbaiki diri. Boleh saja overthinking, tapi overthinking yang baik. Overthinking yang baik adalah overthinking dengan ada batasan sebagai antisipasi hal-hal yang kemungkinan akan terjadi jika kita melakukan sesuatu atau membuat suatu keputusan. Maka dari itu, tetaplah berpikiran positif dan selalu percaya bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini.
4. Jangan plin plan dalam memutuskan sesuatu
plin plan / Pixabay via pexels
Tentukan keputusan dengan penuh percaya diri dan yakin bahwa keputusan yang telah kamu ambil merupakan keputusan terbaik dan akan berakhir dengan baik. Rasa takut tidak seharusnya dihindari malinkan dikenali dan dihadapi. Kenali apa yang membuat ketakutan pada diri kita itu muncul. Dengan begitu kita bisa meminimalisir kecemasan yang akan hadir dalam diri kita. Serta jangan takut salah mengambil keputusan, karena dengannya kita bisa belajar. Seperti kata pepatah “Jangan takut mengambil keputusan, kamu akan tetap mendapatkan manfaatnya. Antara menjadi pemenang atau menjadi lebih bijak” dan “pengalaman adalah guru terbaik”.
5. Menjaga kesehatan tubuh
olahraga / Pixabay via pexels
Self-love tidak hanya tentang mencintai diri sendiri secara psikis, tetapi juga mencintai tubuh atau fisik kita. Maka dari itu sangat penting juga kita untuk selalu menjaga kesehatan tubuh. Bisa dengan berolahraga, skincare, atau hal lain seperti menjaga pola makan dan pola tidur.
6. Memilih pergaulan
Nah, yang tidak kalah penting juga kita dalam memilih pergaulan. Pengaruh baik dari orang-orang sekitar juga sangat berdampak positif pada psikologi dan spiritual diri kita. Begitupun juga pengaruh buruk dapat berdampak buruk pula pada kita.
Mencintai diri sendiri adalah aspek terpenting dalam kesehatan mental. Meskipun self-love sangat penting diterapkan, tetapi juga jangan lupa bahwa kita tidak bisa seenaknya dan semena-mena terhadap lingkungan sekitar. Tetap berbuat baik, peduli pada sesama dan berempati kepada orang-orang sekitar. Selalu bersyukur terhadap pemberian Tuhan kepada kita, karena ini merupakan nikmat terbesar yang Tuhan berikan untuk kita.