Bagikan

Disebut Gunung Keramat Emang Ada Apa Sih di Gunung Penanggungan Jawa Timur

Author : Laisanti Ayu Febriani . 19 December 2022

Disebut Gunung Keramat Emang Ada Apa Sih di Gunung Penanggungan Jawa Timur

Author : Laisanti Ayu Febriani . 19 December 2022

Sobat beside us ada yang suka mendaki nggak? Atau ada yang pengen mendaki tapi masih mikir-mikir mau mendaki gunung mana? Nih aku ada referensi buat sobat beside us yang pengen mendaki, dan semoga yang sebelumnya nggak ada niatan mendaki setelah baca ini tiba-tiba pengen mendaki juga hehe.

Gunung Penanggungan, atau yang memiliki nama kuno Gunung Pawitra yang berarti “keramat, suci”, merupakan Gunung yang berbentuk kerucut piroklastik setinggi 1.653 mdpl. Ia merupakan gunung berapi yang saat ini sedang beristirahat karena diperkirakan terakhir kali erupsi sekitar 200M atau 1000 tahun yang lalu. Gunung ini dikelilingi 8 puncak, antara lain Puncak Gajahmungkur (1.087 mdpl), Bekel (1.238 mdpl), Kemuncup (1.227 mdpl), Sarahklopo (1.275 mdpl), Semodo (719 mdpl), Wangi (987 mdpl), Bende (927 mdpl), dan Jambe (747 mdpl).

Salah Satu Situs Bersejarah di Gunung Penanggungan / via dictio.id

Gunung Penanggungan terkenal akan banyaknya situs sejarah peninggalan masa hindu-budha yang tersebar di permukaannya, mulai dari kaki hingga puncak Gunung Penanggungan itu sendiri. Mulai dari candi-candi, petirtaan, ceruk pertapaan, stupa, prasasti, bahkan jalan ziarah kuno peninggalan masa hindu-budha. Dalam kitab Tantu Panggelaran menuliskan bahwa Gunung Penanggungan ini merupakan bagian dari Gunung Semeru. Hal ini disebabkan perpindahan Gunung Mahameru oleh Dewa dalam kepercayaan jawa, dari Jambhudwipa ke Jawadwipa (Pulau Jawa) dan salah satu runtuhan terbesarnya adalah Gunung Penanggungan yang merupakan bagian kerucut dari Gunung Mahameru. Bahkan para pendaki pemula yang ingin mendaki Gunung Semeru bisa mencoba untuk mendaki Gunung Penanggungan terlebih dahulu karena medannya yang kurang lebih sama.

Gunung Penanggungan terletak di antara dua kabupaten, yakni Kabupaten Mojokerto (sebelah barat) dan Kabupaten Pasuruan (sebelah timur). Dilansir dari Jejakpiknik.com, untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan ada sebanyak 5 jalur pendakian, sobat beside us bisa mencoba salah satunya. Nah, mana aja nih jalur pendakiannya?

Jalur Kedungudi Trawas
Jalur kedungudi berada di sebelah barat daya Gunung Penanggungan, sejalur dengan jalur Jolotundo Trawas. Dengan memilih jalur ini, sobat beside us akan dimanjakan dengan candi-candi yang berada di sepanjang jalan jalur ini.

Jalur Tamiajeng Trawas
Jalur Tamiajeng Trawas ini merupakan jalur yang paling singkat di antara jalur lain, akan tetapi jalan yang dilalui lumayan terjal. Meski begitu, sobat beside us yang melewati jalur ini juga nggak rugi kok, karena dengan melewati jalur ini, sobat beside us nanti akan melewati bukit bayangan. Bukit bayangan merupakan pelataran yang datar dimana para pendaki biasanya mendirikan tenda disana. Jalur ini berada di sebelah barat daya Gunung Penanggungan.

Jalur Jolotundo Trawas
Jalur Jolotundo ini merupakan jalur ziarah karena sepanjang jaurnya, sobat beside us akan banyak menemui situs bersejarah seperti candi-candi. Dengan melewati jalur ini, sobat beside us dapat sampai di puncak pawitra kurang lebih 4,5 jam. Meski begitu jalur ini banyak diminati para pendaki karena mudah dilalui dan sudah banyak fasilitas yang disediakan di sepanjang jalannya. Jalur ini terletak di sebelah barat Gunung Penanggungan.

Jalur Ngoro
Jalur ini berada di sebelah utara Gunung Penanggungan. Dengan jalur ini, sobat beside us akan melewati Candi Wayang. Akan tetapi, jalur ini jarang dipilih pendaki karena medannya yang terlalu ekstrim, bahkan ada tanjakan yang memiliki kemiringan mencapai 80 derajat.

Jalur Wonosunyo, Gempol, Pasuruan
Jalur ini berada di sebelah timur Gunung Penanggungan. Sama dengan jalur lain, pada jalur ini juga terdapat situs bersejarah, yakni Candi Belahan (Sumber Tetek).

Untuk mendaki Gunung Penanggungan, sobat beside us cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp10.000 untuk tiket masuk dan Rp5.000 untuk parkir kendaraan. Murah kan!? Kalo sobat beside us perhatikan, dari semua sudut pandang, Gunung Penanggungan memiliki bentuk yang tampak sama, entah dilihat dari Barat, Timur, Selatan, Utara. "Kok bisa gitu?", Kamu nanyea? Bertanyea-tanyea? Makanya yukk coba mendaki Gunung Penanggungan sekalian belajar sejarah <3

Share this article :  
Katen Doe

Laisanti Ayu Febriani

Perempuan random yang menyukai puisi Eyang Sapardi Djoko Damono. Terkait hobi atau juara, mungkin sejauh ini hanya hobi mengganggumu dan juara di hatimu :)

Ada apa disamping kita?