
Gelombang Panas Mengisi Musim Dingin di Eropa, Spanyol Paling Parah
Laisanti Ayu Febriani
Penulis Beside Us
Perubahan iklim merupakan salah satu fenomena alam yang kerap terjadi di berbagai belahan dunia. Perubahan iklim ini disebabkan oleh pemanasan global. Selain itu juga gerak semu matahari menjadi penyebab dari perbedaan intenstitas penyinaran matahari di berbagai wilayah di bumi. Hal ini menyebabkan perbedaan iklim dan musim di bumi. Wilayah subtropis bumi akan mengalami empat musim, yakni musim panas, musim dingin, musim semi, dan musim gugur, sedangkan wilayah tropis bumi akan mengalami dua musim saja, yakni musim kemarau dan musim hujan.
Eropa sebagai benua yang terletak di wilayah subtropis bumi, ia memiliki sebanyak empat musim. Musim panas terjadi di Bulan Mei hingga Bulan Juli, musim gugur terjadi di Bulan Agustus hingga Bulan Oktober, musim dingin terjadi di Bulan November hingga Bulan Januari, sedangkan musim semi terjadi di Bulan Februari hingga Bulan April. Rata-rata suhu normal Eropa pada musim panas adalah sekitar 12-20 derajat celcius, suhu 6-13 derajat celcius akan menemani sobat beside us di Eropa ketika musim semi tiba, musim gugur di Eropa normalnya memiliki suhu sekitar 15-5 derajat celcius, pada saat musim dingin, suhu normal di Eropa mencapai -15 derajat celcius.
Pada tahun 2022 kemarin, Eropa mengalami gelombang panas yang begitu dahsyat hingga menelan korban jiwa. Gelombang panas pada kala itu mencapai suhu hingga 40,3 derajat celcius. Suhu 40,3 derajat celcius ini melanda Inggris Raya, padahal Inggris merupakan wilayah yang cenderung lebih dingin dibanding negara bagian Eropa lainnya.

Pada Bulan Januari awal 2023, Eropa mengalami gelombang panas padahal sedang musim dingin. Yang harusnya tertutup salju semua malah hanya di dataran tinggi-dataran tinggi aja yang ditutupi oleh salju. Musim dingin di Eropa kali ini mencapai suhu hingga 16 derajat celicius bahkan, dilansir dari BBC, Spanyol mencapai 25 derajat celcius. Fenomena alam ini disebabkan oleh banyak hal. Bisa disebabkan oleh perubahan iklim di bumi, bisa juga disebabkan oleh hasil perbuatan manusia itu sendiri. Dilansir dari tempo.co, fenomena gelombang panas ini disebabkan oleh tekanan udara yang tinggi, perubahan iklim global, konsentrasi karbondioksida, serta efek rumah kaca.
Dari beberapa penyebab tadi memiliki dampak yang begitu besar terhadap perubahan iklim. Gas-gas rumah kaca yang terperangkap di permukaan bumi serta konsentrasi karbondioksida yang terlalu pekat, menyebabkan panas matahari terjebak di atmosfer dan berakibat pada naiknya suhu di permukaan bumi.
Bagaimana cara mengatasinya?
Untuk mengatasi gelombang panas, sobat beside us bisa melakukan beberapa hal, seperti meminum lebih banyak air, menggunakan kipas angin, membuka semua jendela ketika suhu di luar ruangan lebih dingin, menanam pohon, menggunakan bola lampu LED, menggunakan barang yang hemat energi, dan masih banyak lagi.
Apakah gelombang panas nggak bisa dicegah?
Tentu saja bisa. Sobat beside us bisa melakukan beberapa hal berikut, seperti mengurangi penggunaan AC, mematikan barang elektronik saat tidak digunakan, mengurangi pemakaian pemanas air, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memaksimalkan penggunaan kendaraan umum yang berbahan bakar biodiesel, menghindari pembakaran sampah, menerapkan konsep Reduce, Reuse, Recycle, dan masih banyak hal lain lagi yang bisa sobat beside us lakukan untuk mencegah terjadinya gelombang panas.
Serem ya sobat beside us. Makanya yuk sama-sama menjaga bumi kita dengan menjaga penghijauan, tidak menggunakan barang yang sekali pakai dan mengurangi penggunaan barang elektronik secara berlebih <3

Laisanti Ayu Febriani
Perempuan random yang menyukai puisi Eyang Sapardi Djoko Damono. Terkait hobi atau juara, mungkin sejauh ini hanya hobi mengganggumu dan juara di hatimu :)
Instagram Penulis



