Bagikan

Jenis Rangkaian Listriik Seri dan Paralel

Author : Dewi Pratiwi . 30 June 2024

Jenis Rangkaian Listriik Seri dan Paralel

Author : Dewi Pratiwi . 30 June 2024

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang rangkaian listrik seri dan paralel, ada baiknya kita memahami dulu apa yang dimaksud dengan rangkaian listrik. Rangkaian listrik adalah jalur atau lintasan yang memungkinkan elektron untuk mengalir dari sumber arus listrik, seperti baterai, ke berbagai komponen listrik. Aliran elektron inilah yang menghasilkan energi listrik yang bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.



Rangkaian Listrik Seri

Rangkaian listrik seri adalah jenis rangkaian di mana semua komponen listrik, seperti lampu atau resistor, dipasang secara berderet dalam satu jalur yang sama. Dalam rangkaian ini, aliran listrik harus melewati setiap komponen secara berurutan. Jika ada saklar yang menghubungkan rangkaian tersebut, maka saat saklar ini diaktifkan, semua komponen akan menerima aliran listrik dan bekerja secara bersamaan. Sebaliknya, jika saklar diputus, maka semua komponen akan berhenti bekerja sekaligus.
Hal yang menarik dari rangkaian seri adalah besarnya arus listrik yang mengalir di setiap komponen akan selalu sama. Ini berarti, kuat arus yang masuk ke rangkaian sama dengan kuat arus yang melewati setiap resistor dan keluar dari rangkaian tersebut. Rumus yang menggambarkan hal ini adalah sebagai berikut:

Itotal=I1=I2=I3=...

Namun, tegangan listrik pada setiap komponen dalam rangkaian seri tidaklah sama. Tegangan total dari rangkaian ini adalah jumlah dari tegangan pada masing-masing komponen:

Vtotal=V1+V2+V3+...

Selain itu, hambatan total dalam rangkaian seri dapat dihitung dengan menjumlahkan semua hambatan dari setiap komponen:

Rtotal=R1+R2+R3+...



Rangkaian Listrik Paralel


Berbeda dengan rangkaian seri, rangkaian listrik paralel memiliki konfigurasi di mana komponen-komponennya dipasang secara bertingkat atau bercabang. Dalam rangkaian paralel, arus listrik dari sumber akan terbagi ke setiap cabang yang ada, sehingga setiap komponen dalam rangkaian tersebut mendapatkan aliran listrik secara terpisah. Karena itulah, jika salah satu komponen dalam rangkaian paralel mengalami kerusakan atau dilepas, komponen lainnya tetap akan bekerja seperti biasa.
Pada rangkaian paralel, kuat arus yang mengalir ke setiap komponen tidak sama, melainkan terbagi sesuai dengan jumlah cabang. Kuat arus total dari rangkaian ini merupakan jumlah dari kuat arus yang mengalir melalui setiap cabang:

Itotal=I1+I2+I3+...

Namun, berbeda dengan rangkaian seri, tegangan pada setiap komponen dalam rangkaian paralel adalah sama besar:

Vtotal=V1=V2=V3=...

Sedangkan untuk menghitung hambatan total dalam rangkaian paralel, rumusnya sedikit berbeda dan menggunakan penjumlahan kebalikan dari hambatan setiap komponen:

1/Rtotal=1/R1+1/R2+1/R3+...

Baik rangkaian listrik seri maupun paralel memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing tergantung pada kebutuhan penggunaannya. Rangkaian seri cocok digunakan ketika kita ingin memastikan semua komponen bekerja bersamaan, sementara rangkaian paralel lebih fleksibel karena memungkinkan komponen untuk bekerja secara mandiri. Dengan memahami perbedaan dasar ini, kita bisa lebih bijak dalam merancang dan menggunakan rangkaian listrik sesuai dengan kebutuhan.

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?