Bagikan

Ketahui Jenis-jenis dan Gejala dari Buta Warna

Author : Dewi Pratiwi . 24 May 2024

Ketahui Jenis-jenis dan Gejala dari Buta Warna

Author : Dewi Pratiwi . 24 May 2024

Mungkin sering kali beberapa orang disekitar memiliki kekurangan dalam mengenali warna-warna tertentu. Perbedaan kemampuan ini dengan seseorang dengan kondisi mata normal disebabkan keturunan atau genetiknya, faktor lain juga dapat menjadi pemicu. Diantaranya mungkin seperti penyakit mata, cedera mata, atau efek samping dari obat-obatan. Ketidakmampuan tersebut dikenal dengan penyakit mata buta warna. Ketahui jenis-jenis, gejala, penyebab dan cara mengatasinya sebagaimana berikut ini:

Jenis-jenis Buta Warna
Buta warna yang paling umum adalah buta warna merah-hijau. Jenis ini mempengaruhi sekitar 1 dari 12 pria dan 1 dari 200 wanita. Menurut Birch dalam suatu jurnal, orang dengan buta warna merah-hijau kesulitan membedakan antara warna merah dan hijau, serta warna lain yang mengandung unsur merah dan hijau. Ada dua subtipe utama dari buta warna merah-hijau ini: deuteranopia dan protanopia. Deuteranopia menyebabkan seseorang sulit melihat warna hijau, sementara protanopia menyebabkan seseorang sulit melihat warna merah. Misalnya, daun hijau mungkin tampak kekuningan bagi mereka yang memiliki deuteranopia, sedangkan bunga merah mungkin terlihat cokelat bagi mereka yang memiliki protanopia.

Selain buta warna merah-hijau, ada juga buta warna biru-kuning yang lebih jarang terjadi. Berdasarkan penelitian oleh Neitz et al, jenis ini mempengaruhi sekitar 1 dari 200 pria dan 1 dari 4.000 wanita. Orang dengan buta warna biru-kuning kesulitan membedakan antara warna biru dan kuning, serta warna lain yang mengandung unsur biru dan kuning. Ada dua subtipe utama: tritanopia dan tetranopia. Tritanopia menyebabkan seseorang sulit melihat warna biru, sementara tetranopia menyebabkan seseorang sulit melihat warna kuning. Misalnya, langit biru mungkin tampak kehijauan bagi mereka yang memiliki tritanopia, sementara bunga kuning mungkin terlihat putih bagi mereka yang memiliki tetranopia.

Jenis buta warna yang paling langka adalah buta warna monokromatik atau akromatopsia, yang mempengaruhi sekitar 1 dari 100.000 orang. Orang dengan kondisi ini tidak dapat melihat warna sama sekali dan hanya melihat dunia dalam nuansa hitam, putih, dan abu-abu. Bayangkan hidup dalam dunia monokrom, di mana semua warna yang kita anggap remeh tidak ada, dan setiap pemandangan terlihat seperti foto hitam putih.


Buta Warna / Shiny Diamond via Pexels

Gejala Buta Warna
Gejala buta warna bisa sangat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum termasuk kesulitan membedakan antara warna-warna tertentu seperti merah dan hijau, atau biru dan kuning. Seseorang mungkin juga mengalami kesulitan melihat warna dalam cahaya redup, kesulitan melihat detail pada objek berwarna, mata lelah atau sakit setelah melihat warna-warna tertentu, dan persepsi warna yang tampak pudar atau tidak cerah.

Menurut Hamel dalam jurnal ncbi.nlm.nih.gov, penyebab paling umum dari buta warna adalah faktor genetik. Kelainan gen yang terkait dengan penglihatan warna ini biasanya diturunkan dari orang tua ke anak. Namun, ada juga beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan buta warna. Penyakit mata seperti katarak, glaukoma, dan degenerasi makula dapat mempengaruhi penglihatan warna. Cedera pada mata, baik akibat kecelakaan atau operasi, juga dapat menyebabkan buta warna. Efek samping dari obat-obatan tertentu, seperti obat untuk penyakit autoimun, tekanan darah tinggi, dan infeksi saraf, juga dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat warna. Selain itu, seiring bertambahnya usia, penglihatan warna seseorang mungkin sedikit menurun.

Nah, memahami jenis-jenis dan gejala buta warna dapat membantu dalam mendeteksi kondisi ini lebih dini. Apakah kamu atau orang terdekatmu mengalami gejala-gejala ini? Jika iya, berkonsultasilah dengan ahli mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?