Indonesia, negara yang memiliki begitu banyak sekali kekayaan, baik kekayaan alam hayati maupun non hayati. Selain itu juga banyak sumber daya manusia yang menempati dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan alam hayati dan non hayati di Indonesia banyak jenisnya loh sobat beside us. Ada yang kekayaan alam yang bersumber dari perairan maupun dari daratan. Dari masing-masing sumber kekayaan tadi juga masih banyak hal yang bisa dieksplor, entah dimanfaatkan untuk rekreasi, budidaya, bahkan bisa juga untuk dikonsumsi, seperti ikan, hewan ternak, dan sayur mayur.
Pada golongan hewan, Indonesia juga memiliki hewan endemik. Apa itu hewan endemik? Nah, maksud dari hewan endemik adalah hewan yang hanya ada di suatu wilayah dan hanya mendiami wilayah tersebut serta hewan tersebut tidak dapat ditemukan di wilayah lain. Di Indonesia terdapat sejumlah burung endemik yang belum banyak dikenal orang, salah satunya adalah burung mambruk victoria (Victoria Crowned Pigeon).
Klasifikasi:
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Columbiformes
Famili: Columbidae
Genus: Goura
Spesies: Goura victoria
Burung mambruk victoria (Goura victoria) merupakan spesies terbesar di antara banyaknya jenis-jenis burung merpati. Panjang dari Mambruk Victoria mencapai 74 centimeter. Ia menjadi salah satu jenis burung endemik yang sangat cantik di Papua. Burung penghuni Suaka Margasatwa (SM) Mamberamo Foja ini memiliki warna bulu biru keabu-abuan, sementara pada dadanya terdapat merah marun keunguan, paruhnya berwarna abu-abu, kaki berwarna merah kusam, serta terdapat garis tebal berwarna abu-abu di sayap dan ujung ekornya. Matanya yang mungil nan tajam memiliki ciri khas di sekitarnya, yaitu tampak seperti topeng hitam dengan iris mata yang berwarna merah. Akan tetapi dari bagian tubuhnya yang indah tadi, satu bagian tubuhnya yang paling khas adalah mahkota seperti kipas dengan ujung putih yang bertengger dengan anggun di atas kepalanya.
Mambruk victoria tersebar hampir di seluruh wilayah Papua. Meski begitu, bukan perkara mudah jika ingin melihat burung ini. Sifatnya yang pemalu dan kepekaannya yang tinggi terhadap kehadiran manusia agaknya menjadi tantangan tersendiri buat kita ketika ingin melihat Mambruk victoria entah dari jarak dekat maupun dari jarak jauh. Sehingga untuk menjumpai burung ini, kita harus pandai-pandai melakukan kamuflase.
Burung yang biasa hidup berkoloni ini dikategorikan sebagai hewan yang rentan punah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) of Wild Fauna and Flora Appendix II atau burung yang terancam punah. Sehingga dengan begitu Mambruk victoria adalah burung yang dilindungi oleh undang-undang. Nah sementara tempat yang dihuninya saat ini, Mamberamo Foja, merupakan kawasan hutan konservasi yang sebelumnya berstatus suaka margasatwa. Kawasan yang terletak di Papua ini juga memiliki sejumlah spesies satwa.
Selain harus berkamuflase, sobat beside us yang ingin melihat langsung Mambruk Victoria tentunya harus mengetahui tempat mana yang biasa ditongkrongin Mambruk Victoria. Mambruk Victoria bersarang di atas dahan pohon. Sarangnya terbuat dari ranting-ranting dan daun-daun. Meski sarangnya di atas pohon, Mambruk Victoria mencari makannya di atas permukaan tanah loh. Mereka memakan aneka biji-bijian dan buah-buahan yang terjatuh di tanah.
Mambruk Victoria saat ini jarang ditemui di daerah dekat populasi manusia. Selain karena sensitifitasnya terhadap kehadiran manusia, Mambruk Victoria ini juga kerap diburu untuk diambil daging dan bulunya. Duhh kasian yaa cantik-cantik diburu ☹.
Berikut beberapa foto-foto Mambruk Victoria.




