Bagikan

Mengenal Tradisi Ngaben Ritual Sakral Pelepasan Jiwa di Bali

Author : Dewi Pratiwi . 24 March 2025

Mengenal Tradisi Ngaben Ritual Sakral Pelepasan Jiwa di Bali

Author : Dewi Pratiwi . 24 March 2025

Ngaben adalah upacara kremasi yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal. Tradisi ini bukan sekadar prosesi pemakaman, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam, yaitu membebaskan roh agar dapat kembali ke alamnya dan mempersiapkan diri untuk proses reinkarnasi.

Makna dan Filosofi Ngaben

Ngaben berasal dari kata "ngabu" yang berarti menjadi abu atau "beya" yang berarti bekal. Upacara ini mencerminkan keyakinan masyarakat Hindu Bali bahwa tubuh manusia terdiri dari lima elemen utama, yang disebut Panca Maha Bhuta: pertiwi (tanah), apah (air), teja (api), bayu (udara), dan akasa (ruang). Saat seseorang meninggal, kelima elemen ini harus dikembalikan ke asalnya agar roh dapat terbebas dari belenggu duniawi dan melanjutkan perjalanannya menuju Moksha, yaitu penyatuan dengan Tuhan.


Ngaben / Pinterest PT. Bewish International Tour

Proses Upacara Ngaben

Ngaben bukan hanya sekadar pembakaran jenazah, tetapi melibatkan serangkaian ritual yang dilakukan secara bertahap. Berikut adalah tahapan utama dalam pelaksanaan upacara Ngaben:

  1. Ngulapin – Ritual permohonan izin dan restu kepada para dewa, khususnya Dewa Siwa, untuk melaksanakan upacara.

  2. Memandikan Jenazah (Mesiram atau Mabersih) – Jenazah atau tulang belulang yang telah dikuburkan sebelumnya dibersihkan sebagai simbol penyucian.

  3. Pembuatan Wadah Jenazah (Patulangan dan Badé) – Jenazah ditempatkan dalam sebuah wadah berbentuk lembu atau burung garuda, yang berfungsi sebagai kendaraan roh menuju alam atas.

  4. Ngeseng Sawa (Pembakaran Jenazah) – Proses kremasi yang dilakukan di setra (kuburan). Abu jenazah kemudian dikumpulkan oleh keluarga.

  5. Nganyut (Penghanyutan Abu) – Abu yang telah dikumpulkan dihanyutkan ke laut atau sungai sebagai simbol pelepasan roh agar dapat kembali ke alamnya.

Jenis-jenis Ngaben

Tradisi Ngaben memiliki variasi yang berbeda, tergantung pada kondisi keluarga dan adat setempat:

  • Ngaben Sawa Wedana: Dilakukan saat jenazah masih utuh tanpa dikubur terlebih dahulu.

  • Ngaben Asti Wedana: Dilaksanakan dengan mengambil kembali tulang belulang jenazah yang telah dikuburkan sebelumnya.

  • Ngaben Swasta: Menggunakan simbol atau benda pengganti jenazah, biasanya berupa kayu cendana, ketika jenazah tidak ditemukan.

  • Ngaben Ngelungah dan Warak Kruron: Upacara khusus bagi bayi dan anak-anak yang belum mengalami pergantian gigi.


Ngaben / Pinterest Yoeni Djumhar S.

Nilai Sosial dan Kebersamaan dalam Ngaben

Ngaben bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Bali. Setiap anggota keluarga dan warga desa berperan aktif dalam persiapan dan pelaksanaan upacara. Selain itu, Ngaben sering kali dilakukan secara massal untuk meringankan beban ekonomi keluarga, karena ritual ini membutuhkan biaya yang besar.

Ngaben adalah tradisi sakral yang mencerminkan filosofi kehidupan dan kematian dalam ajaran Hindu di Bali. Upacara ini tidak hanya menjadi perpisahan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur serta wujud keyakinan akan siklus kehidupan yang terus berputar. Meskipun pelaksanaannya membutuhkan persiapan yang kompleks, Ngaben tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Bali hingga saat ini.

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?