Bagikan

Penyakit Kulit Biang Keringat (Keringat Buntet), Apakah Berbahaya?

Author : Dewi Pratiwi . 23 May 2024

Penyakit Kulit Biang Keringat (Keringat Buntet), Apakah Berbahaya?

Author : Dewi Pratiwi . 23 May 2024

Berdasarkan pubmed.ncbi.nlm.nih.gov biang keringat atau biasa dikenal dengan sebutan keringat buntet merupakan salah satu penyakit pada kulit. Penyakit ini memiliki bahasa medis miliara, yang kerap sering dialami oleh bayi, anak-anak, hingga dapat pula orang dewasa. Berbagai orang mungkin dapat mengalami ruam yang berbeda-beda, bergantung pada tingkat keparahannya. Timbulnya ruam kulit disini, kulit memiliki bintik-bintik merah yang bersifat gatal. Hal ini mampu terjadi dikarenakan kelenjar keringat di permukaan kulit mengalami penyumbatan. Keringat tidak mampu keluar ke permukaan dan menyebabkan keringat terperangkap dibawah kulit.

Penyebab Biang Keringat 

Cuaca Panas dan Lembab
Cuaca mempengaruhi perubahan suhu, cuaca yang berada pada posisi dibawah maupun diatas normal dapat menjadi pemicu. Ketika cuaca panas ataupun lembab tubuh akan memproduksi keringat berlebih. Keringat berlebihan akan menyebabkan tingkat risiko terjadinya biang keringat

Aktivitas Fisik
Sama halnya dengan kondisi suhu atau cuaca, aktivitas juga mempengaruhi munculnya biang keringat. Ketika beraktivitas berat ataupun melelahkan, kelenjar keringat akan bekerja keras dalam metabolisme khususnya memproduksi keringat. Keringat tersebut jika tidak keluar secara sempurna membasahi permukaan kulit akan menjadi biang keringat.

Pakaian Terlalu Ketat / Tebal
Keringat yang dihasilkan oleh tubuh seharusnya keluar menuju permukaan kulit. Namun, terdapat kondisi dimana keringat tidak dapat membasahi permukaan bahkan tidak dapat mereda dikarenakan pakaian dengan bahan tidak menyerap keringat. Pakaian terlalu ketat atau tebal akan menjebak panas dan keringat, kelenjar keringat pun menjadi tersumbat kadang kala.

Kondisi Medis Tertentu
Ruam-ruam yang timbul tidak hanya dapat dipicu dari kondisi luar tubuh. Kondisi didalam tubuh seperti kesehatan yang menurun dapat memicu ruam. Contohnya jika seseorang mengalami penyakit demam, ginjal, hipertiroidisme dapat meningkatkan risiko biang keringat jika gejala yang dialami mencakup produktivitas kelenjar keringat yang berlebihan.


Biang Keringat / Anna Nekrashevich via Pexels

Jenis-jenis Biang Keringat menurut huidziekten.nl diantaranya:

  • Miliaria crystallina: Jenis ini paling ringan, dengan bintil-bintil kecil berisi cairan bening yang mudah pecah.
  • Miliaria rubra: Jenis ini lebih gatal dan ditandai dengan bintil-bintil merah kecil.
  • Miliaria pustulosa: Jenis ini jarang terjadi dan ditandai dengan bintil-bintil bernanah.
  • Miliaria profunda: Jenis ini paling parah dan terjadi di lapisan kulit yang lebih dalam

Solusi Mengatasi Biang Keringat
Kondisi biang keringat tidaklah tergolong berbahaya, namun gejalanya yang cukup mengganggu dapat menghambat aktivitas. Berikut ini merupakan solusi yang dapat dilakukan mengatasi biang keringat: 

  • Menjaga Kebersihan Kulit, kulit sehat akan mencegah timbulnya ruam. Menjaga kebersihan khususnya tubuh dilakukan dengan mandi secara teratur menggunakan sabun lembut. Hindari melukai kulit dengan gosokan-gosokan kasar.
  • Mendinginkan Tubuh, produktivitas keringat yang berlebihan dapat dicegah dengan mandi air dingin, menggunakan kipas angin atau ac, menggunakan pakaian yang longgar. Beberapa hal tersebut akan mengembalikan kondisi panas tubuh pada suhu normal, usahakan untuk mengetahui tingkat panas dingin tubuh agar tidak berlebihan dan dapat memicu penyakit lain seperti flu jika terlalu dingin.
  • Hindari penyebab dan gunakan obat-obatan khusus pereda biang keringat dari dokter. 

 

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?