Bagikan

Revolusi Mode Berkelanjutan: Merek dan Desainer yang Membawa Perubahan

Author : Laisanti Ayu Febriani . 10 May 2023

Revolusi Mode Berkelanjutan: Merek dan Desainer yang Membawa Perubahan

Author : Laisanti Ayu Febriani . 10 May 2023

Dalam beberapa tahun terakhir, industri mode telah mengalami perubahan yang signifikan dalam hal kesadaran akan dampak lingkungan dan sosialnya. Semakin banyak merek dan desainer yang memilih untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dengan tujuan mengurangi jejak karbon dan menghasilkan pakaian yang lebih ramah lingkungan. Revolusi mode berkelanjutan ini merupakan respons terhadap masalah serius seperti perubahan iklim, limbah tekstil, dan kondisi kerja yang tidak manusiawi di industri fashion.

Salah satu aspek utama dari revolusi mode berkelanjutan adalah bahan baku yang digunakan dalam produksi pakaian. Banyak merek sekarang beralih dari bahan-bahan konvensional seperti kapas konvensional yang membutuhkan penggunaan pestisida yang berbahaya, menuju bahan-bahan organik atau bahan daur ulang. Misalnya, beberapa merek menggunakan serat bambu yang cepat tumbuh dan dapat diperbaharui dengan mudah. Bahan-bahan seperti ramie, rami, dan Tencel juga semakin populer karena keberlanjutannya.

Selain itu, upaya untuk mengurangi limbah tekstil juga menjadi fokus utama dalam revolusi mode berkelanjutan. Banyak merek sekarang menggunakan metode produksi yang lebih efisien, mengoptimalkan penggunaan bahan, dan mendaur ulang limbah tekstil. Beberapa merek bahkan mengambil langkah-langkah lebih jauh dengan menyediakan program pengambilan kembali atau penjualan kembali pakaian mereka, sehingga memastikan bahwa pakaian bekas dapat dikelola dengan benar dan tidak berakhir di tempat pembuangan sampah.

Selain dampak lingkungan, revolusi mode berkelanjutan juga berusaha untuk mengatasi kondisi kerja yang buruk di industri fashion. Sejumlah merek dan desainer memprioritaskan etika kerja dengan memastikan kondisi kerja yang layak, pembayaran yang adil, dan hak-hak pekerja yang dihormati di seluruh rantai pasokan mereka. Mereka juga bekerja sama dengan produsen lokal atau kelompok kerja sosial untuk memberdayakan komunitas lokal dan mempromosikan keberlanjutan sosial.

Beberapa merek dan desainer telah menjadi pelopor dalam revolusi mode berkelanjutan ini. Salah satu contoh terkenal adalah Stella McCartney, seorang desainer mode Inggris yang telah mengambil langkah-langkah besar dalam mengadopsi praktik berkelanjutan di dalam bisnisnya. Ia menggunakan bahan-bahan organik dan daur ulang, serta melarang penggunaan kulit hewan dalam koleksi-koleksinya.

Everlane, merek pakaian Amerika, juga telah menjadi panutan dalam hal transparansi dan etika dalam produksi pakaian. Mereka memberikan informasi rinci tentang rantai pasokan mereka dan memastikan bahwa para pekerja di pabrik mereka diberikan upah yang adil dan bekerja dalam kondisi yang aman.

Selain merek-merek terkenal, ada juga inisiatif kolektif seperti Fashion Revolution yang bertujuan untuk mengubah industri mode secara keseluruhan. Fashion Revolution adalah gerakan global yang mengadvokasi transparansi, keberlanjutan, dan etika dalam industri fashion. Gerakan ini mendorong konsumen untuk bertanya kepada merek-merek tentang asal-usul pakaian mereka dengan menggunakan tagar #WhoMadeMyClothes (Siapa yang Membuat Pakaian Saya).

Fashion Revolution mengadakan kampanye tahunan yang dikenal sebagai "Fashion Revolution Week" pada bulan April untuk memperingati tragedi Rana Plaza di Bangladesh pada tahun 2013. Pada tragedi tersebut, gedung pabrik penuh dengan pekerja garmen runtuh, menewaskan lebih dari 1.100 orang dan melukai ribuan lainnya. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak sosial dan lingkungan dari industri fashion serta mengajak konsumen, merek, dan pemerintah untuk bertanggung jawab.

Selama Fashion Revolution Week, berbagai acara dan kegiatan digelar di seluruh dunia, seperti diskusi panel, pameran, film dokumenter, dan aksi-aksi sosial. Konsumen didorong untuk berpartisipasi dengan menulis surat kepada merek-merek yang mereka kenakan, menanyakan siapa yang membuat pakaian mereka, dan mendesak merek-merek tersebut untuk lebih transparan dan bertanggung jawab dalam produksi mereka.

Fashion Revolution juga memiliki "Fashion Revolution Index" yang menganalisis dan memeringkat merek-merek berdasarkan tingkat transparansi dan keberlanjutan mereka. Indeks ini memberikan informasi kepada konsumen tentang praktik-produksi merek-merek yang berbeda dan memungkinkan mereka untuk membuat pilihan yang lebih sadar saat berbelanja.

Melalui inisiatif seperti Fashion Revolution, kesadaran tentang pentingnya mode berkelanjutan terus meningkat. Semakin banyak konsumen yang menuntut transparansi dan bertanggung jawab dari merek-merek, dan semakin banyak merek yang merespons dengan mengadopsi praktik berkelanjutan. Ini menunjukkan bahwa revolusi mode berkelanjutan sedang berlangsung, dan bahwa dengan kerja sama antara konsumen, merek, dan inisiatif kolektif, kita dapat mencapai masa depan industri fashion yang lebih berkelanjutan dan adil.

Share this article :  
Katen Doe

Laisanti Ayu Febriani

Perempuan random yang menyukai puisi Eyang Sapardi Djoko Damono. Terkait hobi atau juara, mungkin sejauh ini hanya hobi mengganggumu dan juara di hatimu :)

Ada apa disamping kita?