Bagikan

Skena Gaya Hidup Gaul yang Lagi Viral di TikTok Tren atau Cuma Gimmick

Author : Dewi Pratiwi . 01 July 2025

Skena Gaya Hidup Gaul yang Lagi Viral di TikTok Tren atau Cuma Gimmick

Author : Dewi Pratiwi . 01 July 2025

Dalam beberapa bulan terakhir, istilah skena semakin sering muncul di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok. Frasa seperti "anak skena", "outfit skena", hingga "polisi skena" menjadi perbincangan yang menarik perhatian warganet. Lantas, apa sebenarnya makna dari skena, dan mengapa banyak orang merasa terdorong untuk menjadi bagian dari fenomena ini?

Dari Komunitas Musik Indie ke Gaya Hidup Populer

Secara etimologis, kata skena berasal dari adaptasi kata scene dalam bahasa Inggris, yang awalnya merujuk pada komunitas musik indie atau underground. Komunitas ini dikenal dengan karakter anti-mainstream, cenderung tampil berbeda, dan tidak terlalu peduli terhadap arus utama atau popularitas.

Seiring dengan perkembangan zaman, makna skena pun mengalami perluasan. Tidak lagi terbatas pada lingkup musik, istilah ini kini digunakan untuk mendeskripsikan gaya hidup anak muda yang gemar nongkrong di kedai kopi, mengenakan busana yang unik atau eksentrik, serta mendengarkan musik yang cenderung tidak pasaran.


Community / Pinterest et3rnalhell &  baezhij

Lebih dari Sekadar Tren Nongkrong

Fenomena skena tidak hanya berbicara tentang tempat berkumpul atau tren berpakaian. Banyak yang memandangnya sebagai medium untuk mengekspresikan diri. Mulai dari pilihan outfit seperti kaos oversized, celana cargo atau baggy, sneakers, hingga gaya rambut berwarna mencolok, semuanya menjadi bagian dari identitas personal yang ingin ditampilkan.

Aktivitas dalam komunitas ini juga seringkali melibatkan kehadiran di acara musik (gigs), berkumpul di kafe dengan atmosfer tertentu, hingga mengunggah foto outfit of the day (OOTD) di lokasi-lokasi yang dianggap ikonik. Seluruh aktivitas tersebut menjadi cara untuk mengekspresikan gaya hidup, merayakan kebersamaan, serta membangun identitas kultural di ruang publik.

Fenomena “Polisi Skena”

Di tengah semangat ekspresi dan kebebasan, muncul pula fenomena yang dikenal sebagai polisi skena sebutan bagi individu yang merasa memiliki otoritas lebih dalam menentukan standar “keaslian” dalam komunitas ini. Mereka kerap menghakimi selera musik, gaya busana, atau cara bergaul orang lain yang dianggap tidak sesuai dengan pandangan mereka.

Fenomena ini tentu memunculkan paradoks, mengingat esensi awal dari budaya skena adalah tentang inklusivitas, keterbukaan, dan saling mendukung. Kritik terhadap polisi skena menggarisbawahi pentingnya menjaga semangat komunitas agar tetap ramah, terbuka, dan tidak mengekang kebebasan berekspresi individu.


Skena / Pinterest Nguyễn Tanh & Arju Skyy

Antara Tren dan Identitas

Viralnya budaya skena di media sosial membuatnya semakin dikenal oleh masyarakat luas. Banyak konten kreator yang membagikan inspirasi busana, daftar putar musik, hingga rekomendasi tempat hangout bertema skena. Di satu sisi, hal ini membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengenal dan mungkin bergabung dalam komunitas ini. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa skena hanya akan menjadi tren sesaat yang kehilangan makna mendalamnya.

Bagi sebagian individu, skena bukan sekadar gaya atau tren media sosial, melainkan bentuk identitas. Komunitas ini menjadi ruang di mana mereka dapat merasa diterima, mengekspresikan diri tanpa rasa takut dihakimi, serta merayakan seni dan kreativitas sesuai perspektif pribadi.

Menjadi bagian dari skena bukanlah kewajiban, dan tidak ada standar khusus yang harus dipenuhi. Setiap orang memiliki kebebasan untuk menjelajahi berbagai gaya hidup dan komunitas sesuai dengan nilai dan kenyamanan masing-masing. Yang terpenting, semangat skena seharusnya tetap berpijak pada prinsip kebersamaan, ekspresi tanpa batas, serta penghargaan terhadap keberagaman dalam budaya anak muda masa kini.

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?