Bagikan

Tes Bahasa Inggris yang Tepat: IELTS, TOEFL, atau TOEIC?

Author : Dewi Pratiwi . 14 May 2024

Tes Bahasa Inggris yang Tepat: IELTS, TOEFL, atau TOEIC?

Author : Dewi Pratiwi . 14 May 2024

Di era globalisasi saat ini, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama untuk meraih kesuksesan, baik dalam dunia pendidikan maupun profesional, dimana skala semakin besar yakni menyentuh taraf internasional. Banyak institusi pendidikan dan perusahaan yang mensyaratkan tes bahasa Inggris sebagai tolok ukur kemampuan bahasa pelamarnya. Namun, dengan banyaknya tes bahasa Inggris yang tersedia, seperti IELTS, TOEFL, dan TOEIC, terkadang muncul kebingungan dalam memilih tes yang tepat. Ketiga tes ini memiliki perbedaan mendasar dalam hal tujuan, format, penilaian, dan tingkat kesulitan. Pilihlah tes bahasa Inggris yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing:


IELTS / Thirdman via Pexels

IELTS (International English Language Testing System)
Berdasarkan informasi dari https://ielts.org/, IELTS dirancang untuk menilai kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh, baik untuk tujuan studi akademik maupun imigrasi. IELTS terbagi menjadi dua format, yaitu Academic dan General Training. IELTS Academic umumnya digunakan untuk melamar ke program universitas di negara-negara berbahasa Inggris, sementara IELTS General Training diperuntukkan bagi keperluan imigrasi ke berbagai negara. Tes ini terdiri dari empat bagian: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Penilaian IELTS menggunakan sistem band dari 1 hingga 9, dengan 9 sebagai skor tertinggi. Secara umum, IELTS dianggap sebagai tes dengan tingkat kesulitan tertinggi di antara ketiganya. Biaya untuk mengikuti tes IELTS juga relatif lebih mahal dibandingkan tes lainnya.

TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
TOEFL menilai kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh, dengan fokus utama pada kebutuhan akademik. Tes ini lebih banyak diminati oleh mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi, terutama di universitas Amerika Serikat dan Kanada. Selain itu, TOEFL iBT (internet-based test) juga dapat digunakan untuk melamar pekerjaan yang mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris. Format tes TOEFL iBT terdiri dari empat bagian: Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Namun, sistem penilaian TOEFL menggunakan skor dari 0 hingga 120. Dari segi kesulitan, TOEFL dianggap sebagai tes dengan tingkat kesulitan pertengahan antara IELTS dan TOEIC. Biaya untuk mengikuti tes TOEFL iBT juga tergolong tinggi di antara ketiga tes ini. Selengkapnya mengenai informasi tes TOEFL dapat diketahui melalui https://www.ets.org/toefl.html.


English Test / Markus Winkler via Pexels

TOEIC (Test of English for International Communication)
Berdasarkan https://www.ets.org/toeic.html, TOEIC berbeda dengan IELTS dan TOEFL yang berfokus pada kemampuan bahasa Inggris secara umum. TOEIC dirancang khusus untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Tes ini menguji kemampuan peserta dalam memahami komunikasi sehari-hari di tempat kerja, seperti rapat, presentasi, atau percakapan dengan klien. TOEIC tersedia dalam dua format, yaitu Listening & Reading (200 pertanyaan) dan Speaking & Writing (opsional). Sistem penilaian TOEIC menggunakan skor dari 200 hingga 990. TOEIC dianggap sebagai tes dengan tingkat kesulitan paling rendah dibandingkan dengan IELTS dan TOEFL. Selain itu, biaya untuk mengikuti tes TOEIC juga lebih terjangkau.

Pemilihan tes bahasa Inggris yang tepat tergantung pada tujuan masing-masing. Jika seseorang ingin melanjutkan studi ke jenjang universitas, baik IELTS maupun TOEFL bisa menjadi pilihan. Namun, jika target yang dibentuk adalah universitas di Amerika Serikat dan Kanada, TOEFL mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Sedangkan TOEIC akan sesuai bagi seseorang yang ingin meningkatkan karier atau melamar pekerjaan yang membutuhkan kemampuan bahasa Inggris untuk komunikasi bisnis. Selain tujuan, pertimbangkan juga tingkat kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki dan sesuaikanlah dengan tingkat kesulitan tes.

Dengan memahami perbedaan antara IELTS, TOEFL, dan TOEIC, harapannya dapat memilih tes yang tepat dan meraih hasil yang optimal bagi para pesertanya.

 

Share this article :  
Katen Doe

Dewi Pratiwi

Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.

Ada apa disamping kita?