
21 Mei: Hari Teh Internasional (International Tea Day)
Dewi Pratiwi
Penulis Beside Us
Teh merupakan minuman yang begitu populer hampir di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan teh memiliki perpaduan sempurna antara rasa, budaya, maupun manfaat. Banyak tradisi dari berbagai negara yang mengangkat minuman ini; teh menawarkan rasa dan aroma yang beragam. Tidak hanya itu saja, potensi kesehatan juga kerap menjadi kandungan bermanfaat. Seluruh dunia memperingati adanya Hari Teh Internasional (International Tea Day) pada tanggal 21 Mei. Simak lebih lanjut mengenai peringatan hari ini:
Tea Day / Ivan Samkov via Pexels
Sejarah dan Makna Hari Teh Internasional (International Tea Day)
Awal mula peringatan ini dimulai sejak tahun 2020 dengan disahkannya penetapan tanggal tersebut oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi A/RES/74/244. Penetapan tersebut telah terbentuk pada Desember tahun sebelumnya, 2019, berdasarkan rekomendasi dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Hari Teh Internasional bertujuan untuk:
-
Meningkatkan Kesadaran tentang Sejarah Panjang Teh
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai sejarah panjang teh, terutama dalam hal pentingnya ekonomi, budaya, atau tradisi teh di seluruh dunia.
-
Mengakui Peran Penting Teh dalam Pembangunan
Teh memainkan peranan penting dalam pembangunan baik itu di pedesaan, kota, maupun negara. Selain itu, teh juga mampu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan di negara-negara berkembang.
-
Mempromosikan Konsumsi dan Perdagangan Teh Salah satu tujuan utama dari Hari Teh Internasional adalah untuk mempromosikan teh agar lebih banyak dikonsumsi dan diperdagangkan, mendukung perdagangan yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Perayaan Global Hari Teh Internasional (International Tea Day)
Informasi dari World Tea News, sebelum tahun 2020, Hari Teh Internasional dirayakan setiap 15 Desember oleh negara-negara penghasil teh utama seperti India, Sri Lanka, Nepal, Vietnam, Indonesia, Bangladesh, Kenya, Malawi, Uganda, dan Tanzania. Namun, sejak tahun 2020, perayaan ini ditetapkan pada tanggal 21 Mei oleh PBB untuk mengakui pentingnya teh dan dampaknya terhadap pembangunan berkelanjutan. Perayaan di berbagai negara biasanya melibatkan:
-
Acara Minum Teh: Orang-orang berkumpul dengan keluarga, teman, atau komunitas untuk menikmati teh bersama.
-
Pameran dan Seminar: Berbagai pameran dan seminar diadakan untuk membahas manfaat teh, cara produksi, serta pentingnya perdagangan teh yang adil.
-
Kampanye Kesadaran: Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat teh dan perdagangan yang adil.
-
Penanaman Pohon Teh: Penanaman pohon teh secara simbolis sering dilakukan untuk menandai pentingnya tanaman ini bagi ekonomi dan lingkungan.

Tea Day / Nida Kurt via Pexels
Perayaan di Beberapa Negara
-
Jepang: Di Jepang, peringatan ini diadakan dengan upacara minum teh tradisional (chado) di kuil-kuil dan komunitas. Upacara ini menekankan harmoni, ketenangan, dan penghargaan terhadap teh sebagai bagian integral dari budaya Jepang.
-
India: Di India, festival teh diadakan di berbagai daerah dengan pertunjukan tari, musik, dan kuliner. Beberapa daerah penghasil teh mengadakan tur kebun teh dan menunjukkan proses pembuatan teh dari daun hingga ke cangkir.
-
Kenya: Di Kenya, para petani teh mengadakan demonstrasi cara memetik dan mengolah daun teh. Acara ini juga sering melibatkan pameran teknologi baru dalam produksi teh dan diskusi tentang tantangan yang dihadapi oleh petani teh.
-
Sri Lanka: Di Sri Lanka, festival teh diadakan di Galle Face Green, Kolombo, dengan berbagai kegiatan seperti pameran teh, kompetisi minum teh, dan pertunjukan budaya yang menampilkan tarian dan musik tradisional.
Hari Teh Internasional bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk merenungkan dan menghargai dampak teh dalam kehidupan sehari-hari kita, baik dari segi budaya, kesehatan, maupun ekonomi. Dengan peringatan ini, diharapkan masyarakat dunia semakin sadar akan pentingnya mendukung produksi teh yang berkelanjutan dan perdagangan yang adil, sehingga semua pihak yang terlibat dapat merasakan manfaatnya.

Dewi Pratiwi
Seorang mahasiswa dengan peminatan di bidang Informatika, memiliki kegemaran dalam penelitian dan riset. Inovasi maupun penyelesaian masalah yang ada direpresentasikan dalam bentuk karya tulisan, desain grafis, maupun program.




