Data analyst adalah profesi yang berhubungan dengan analisis data. Mereka bertugas untuk memahami dari mana data berasal, mengolah data, mengumpulkan data, menganalisis kemungkinan distorsi data, memahami dan mengidentifikasi korelasi serta pola interpretasi yang nantinya akan menghasilkan informasi-informasi penting bagi perusahaan. Nah, siapa nih yang tertarik jadi data analyst? Data analyst nggak hanya harus paham cara menganalisis data loh, tapi juga harus pandai menilai bisnis dan berkomunikasi. Sejauh ini belum ada jurusan khusus untuk profesi ini di Indonesia, tapi jangan khawatir, karena di Italia, tepatnya di University of Rome Tor Vergata sudah ada jurusan ilmu data atau data science. Selain itu juga ada lembaga kursus yang secara khusus memberikan wawasan tentang data analyst maupun data science. Tertarik? Sebelum sobat beside us memutuskan, alangkah baiknya jika dipahami lebih dulu konsekuensi profesi bergaji besar nan menjanjikan ini.
1. Seorang data analyst harus mempunyai skill mengumpulkan, memahami, dan mengolah data
Data Analyst / Tima Miroshnichenko via pexels
Dikutip dari Finereport, untuk menjadi seorang data analyst, apalagi data analyst senior, harus memiliki kualifikasi atau skill mengolah data statistik, memahami data visualization tools, big data processing framework, databases, data warehouse, artificial intelligence, machine learning, programming language, memiliki skill data mining, serta mampu menyusun laporan. Menyusun laporan mungkin terlihat mudah, akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah apakah tulisan kita di laporan itu sudah jelas dan bisa dipahami, apakah sudah lengkap tidak kurang satu hal pun. Karena apa yang kita tuliskan di laporan akan berpengaruh secara langsung pada perusahaan tempat kita bekerja.
2. Kalian harus bahkan wajib untuk teliti dan kritis
Kritis dan teliti / Fauxels via pexels
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa seorang data analyst ini berpengaruh secara langsung pada keberlangsungan perusahaan. Jadi kalian nggak boleh nih sampe sedikit pun salah dalam menganalisis.
3. Kudu kuat iman dan jangan goyah
Kuat iman dan jangan goyah / Cottonbro via pexels
Selain menganalisis data, data analyst juga mempunyai tanggung jawab untuk merancang dan memelihara database. Database ini berisi data-data penting perusahaan, sehingga pemeliharaan database ini bertujuan agar tidak ada data perusahaan yang bocor dan disalahgunakan. So, kalian yang ingin bekerja jadi data analyst harus kuat iman, jaga hati, jaga pikiran, jangan goyah, anggap seperti jaga perasaan doi, apa jangan-jangan kalian jomblo? Hahaha. Intinya kalian jangan sampai terkena rayuan-rayuan yang tidak bertanggung jawab ya guys yak.
4. Nggak cuma analisis permasalahannya apa, tapi kalian harus bisa dan paham problem solving
Problem-solving / Fauxels via pexels
Dengan menjadi data analyst, kalian tidak hanya bertugas untuk menganalisis data-data itu berasal dari mana, apa ada yang terdistorsi, datanya masih amankah, atau mengolah data. Tapi juga harus bisa memberikan solusi dari permasalahan-permasalahan yang kalian temui terkait data yang kalian analisis maupun permasalahan perusahaan berkaitan dengan strategi pemasaran atau marketing, pendistribusian produk perusahaan, dan harus bisa mencarikan solusi terkait keamanan data dan efektivitas pengolahan data. So, buat sobat beside us yang biasanya suka komentar-komentar aja, yukk mulai belajar buat kasih solusi, analisis kalian sudah bagus loh.
5. Apapun jurusan kalian, kalian harus memiliki pengetahuan bisnis
Pengetahuan bisnis / Fauxels via pexels
Selain harus bisa menganalisa data, seorang data analyst juga harus memiliki pengetahuan serta kemampuan untuk menilai kemajuan bisnis sehingga insight yang diberikan sejalan dengan bisnis yang dikembangkan.
Nah itu tadi konsekuensi dari profesi bergaji besar, data analyst. Meski terlihat sulit dan butuh waktu lama, tapi kalian pasti bisa mempelajarinya karena saat ini sudah banyak kursus-kursus dan pelatihan yang mengajarkan data analyst.