Kupersembahkan untuk Kalian Manusia Hebat - Cara Mencegah dan Mengatasi Stres
Stres dan Depresi / Liza Summer via Pexels
Kesehatan15 Desember 2022

Kupersembahkan untuk Kalian Manusia Hebat - Cara Mencegah dan Mengatasi Stres

L

Laisanti Ayu Febriani

Penulis Beside Us

Mungkin beberapa dari sobat beside us pernah mengalami yang namanya stres atau bahkan depresi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa stres dan depresi bisa menjadi penyebab utama seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Sebanyak 40% kemungkinan penderita depresi mempunyai ide untuk bunuh diri, dan hanya lebih kurang 15% saja yang sukses melakukannya. Sudah banyak kasus-kasus percobaan bunuh diri dan bahkan berhasil bunuh diri di Indonesia. Meskipun masih ada negara yang lebih banyak kasus bunuh diri dibanding Indonesia, tapi kesehatan mental ini tidak bisa kita anggap remeh gitu aja ya sobat beside us. Stres ringan yang tidak segera ditangani nantinya bisa jadi stres berat, depresi, bahkan keinginan untuk bunuh diri loh.

Stres memang jadi salah satu aspek kehidupan yang intrinsik dan sudah akrab di telinga kita. Stres bisa menjadi stimulus bagi beberapa individu tapi bisa juga menjadi beban bagi banyak orang lainnya. Sebagian besar orang mendefinisikan stres sebagai respon fisiologis terhadap tantangan. Sedangkan depresi merupakan gangguan emosional yang ditandai dengan sedih berkepanjangan, putus harapan, perasaan bersalah dan tidak berarti. Sehingga seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) tersebut dapat memengaruhi motivasi untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari maupun pada hubungan interpersonal. Nah apa sih bedanya stres sama depresi? Apa dua hal itu sama ya? Jadi gini ya sobat beside us, stres dan depresi adalah dua hal yang berbeda tapi juga saling berkaitan. Dilansir dari Ciputra Hospital, stres diartikan sebagai perasaan terganggu atau tidak nyaman akibat suatu kondisi yang menekan atau emosional tertentu, sedangkan depresi sejenis dengan perubahan suasana hati yang diakibatkan oleh perubahan hormon. Depresi dipicu oleh ketidakpercayaan diri, pesimis dan juga stres. Stres dan depresi bersifat individual, sehingga masing-masing orang memiliki faktor pemicu yang berbeda.

Gimana sih cara mencegah biar nggak stres dan depresi?

Nah ini ada beberapa hal yang bisa kalian lakukan untuk mencegah stres. Let's get to the listed (udah mirip Mbak Nessie Judge belum? wkwk)

Berolahraga secara teratur
Untuk menjaga kesehatan salah satunya adalah dengan berolahraga atau aktivitas fisik secara teratur. Sobat beside us bisa bersepeda di luar ruangan untuk mengistirahatkan pikiran dan hati sejenak, apalagi olahraga di luar ruangan itu lebih menyenangkan loh sobat beside us, coba deh sesekali.

Tidur cukup
Hayoo siapa disini yang suka begadang? Jangan begadang yaa kesehatanmu loh (eaakk). Menurut sebagian orang berpendapat bahwa ia harus bekerja selagi orang lain tertidur. Mereka terlalu menelan mentah-mentah pernyataan itu, padahal yang dimaksud itu kita harus tidur saat waktunya tidur dan bangun pagi a.k.a tidak kesiangan, begitu ya sobat beside us. Berdasarkan informasi dari UPK Kemenkes, waktu ideal untuk tidur itu 8-9 jam sehari untuk usia 12-18 tahun dan sebanyak 7-8 jam untuk 18-40 tahun. So, jangan ditambahin atau dikurangin yaa.

Makan bergizi seimbang
Bagi penggemar junk food agak menepi sebentar ya hehe. Makanan bergizi seimbang ini akan sangat membantu kinerja tubuh. Seimbang ya sobat beside us, bukan dilebih-lebihkan, karena yang berlebihan itu tidak baik. Jangan lupa juga, makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang hehe.

Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat
Siapa sih yang nggak seneng dan merasa nyaman kalo sekitar kita bersih dan sehat ya kan. Mau kerja jadi nyaman, mood bagus, lebih bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Melakukan kegiatan sesuaikan dengan minat dan kemampuan
Semua orang pasti merasa nggak nyaman mengerjakan hal-hal yang nggak mereka sukai. Bukannya menyelesaikannya dengan baik malah merasa tertekan, tertuntut, dan nanti hasilnya jadi kurang maksimal.

Berpikir positif
Berpikir positif adalah salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada respon seseorang. Jika seseorang berpikir positif, maka ia akan menghadapi permasalahannya dengan tenang, dan hal tersebut akan memudahkannya untuk berpikir secara rasional terkait solusi dan permasalahan yang sedang ia hadapi.

Tenangkan pikiran dan kembangkan hobi
Menengkan pikiran bisa dilakukan dengan banyak cara, bisa dengan melakukan hobi, sekedar berjalan-jalan, berolahraga, berdiam diri di tempat yang tenang dan indah, membaca buku yang disukai, dan masih banyak hal lainnya yang bisa sobat beside us lakukan untuk menenangkan pikiran.

Bicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat dipercaya
Mencurahkan isi hati atau yang lebih akrab disebut curhat pasti sudah sering sobat beside us dengar. Curhat tidak hanya bisa dilakukan oleh perempuan, tapi laki-laki juga membutuhkan curhat untuk mengeluarka dan mengungkapkan apa yang mereka rasakan. So, stop buat ngejudge curhat berdasarkan gender ya sobat beside us. Curhat is from us and for us <3

Meningkatkan ibadah sesuai dengan agama masing-masing
Berdasarkan studi yang pernah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan mengatasi stres, diketahui bahwa seseorang yang rajin ibadah, berdo'a dan mendalami ilmu agama berpotensi lebih besar terhindar dari stres.

Sedangkan untuk mencegah depresi, sobat beside us bisa melakukan beberapa hal berikut:

Bersikap realistis
Berharap bukanlah hal yang salah, semua orang wajib dan berhak untuk memiliki harapan. Akan tetapi terlepas harapan kita, sobat beside us juga harus memahami bahwa tidak semua harapan kita terwujud, tidak semua yang kita inginkan akan kita dapatkan. Jadi ada baiknya berharap sewajarnya, berusaha dan sisanya kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Mengatur Segalanya.
 
Tidak menyalahkan diri sendiri atau orang lain
Ketika menghadapi kegagalan atau ketidaksesuaian antara harapan dengan realita terkadang seseorang akan amat menyesal, menyalahkan diri sendiri atau orang lain, merasa bahwa tidak seharusnya hal ini terjadi. Sebenarnya ada sisi positif dari perasaan ini, akan tetapi jika terlalu mendalam maka akibatnya cukup parah pada mental kita.
 
Tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain
Kita memang sesama manusia, tapi Tuhan menciptakan kita dengan bentuk, kemampuan dan karakteristik masing-masing. kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk sama seperti kita begitupun sebaliknya. Kita tidak bisa menjadikan tolak ukur keberhasilan orang lain sebagai tolak ukur keberhasilan kita juga. Apalagi yang sering terjadi itu membandingkan fisik. Si A cakep ya sedangkan aku begini begitu bla bla bla. Kita tidak bisa membanding-bandingkan hal yang tidak bisa dibandingkan. Sampai sini paham.
 
Dukungan keluarga
Terlepas hal-hal internal tadi, faktor eksternal seperti dukungan keluarga juga sangat dibutuhkan. Saat seharusnya keluarga mendukung, menerima dan membantu tapi malah menjatuhkan, mengucilkan dan memberi tekanan, akibatnya jauh lebih parah bagi kesehatan mental. Mau bagaimanapun anggota keluarga, keluarga itu sendirilah yang bisa memperbaiki, bisa membantu, dan saling menguatkan.
 
Rutin berolahraga dan kegiatan di luar ruangan
Sama seperti halnya dengan mencegah stres, rutin berolahraga dan kegiatan di luar ruangan juga sangat dibutuhkan untuk mencegah depresi.
 
Tidak terlalu menyesali suatu kejadian, tenang dan tidak mudah marah
Menyesali atas terjadinya suatu kejadian sebenarnya hal yang wajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Akan tetapi apa jika berlebihan itu akan berakibat baik? Dengan tegas jawabannya adalah tidak ya sobat beside us. Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi menyesal secukupnya, bangkit, bersikap tenang dan tidak mudah marah juga diperlukan untuk mengontrol emosi.
 
Bersikap dan berpikir positif
Seperti yang sudah dijelaskan tadi, bersikap dan berpikir positif menjadi dasar untuk menjaga kesehatan mental.
 
Tidak menarik diri dari pergaulan, lebih bersosialisasi
Mungkin beberapa sobat beside us berpikir "loh bukannya bersosialisasi bisa menambah tekanan karena ketemu banyak orang dengan karakteristik yang berbeda ya?". Tidak selamanya bersosialisasi itu berakibat buruk ya sobat beside us. Mungkin yang sobat beside us temui adalah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga berakibat buruk. Perlu sobat beside us ketahui, bahwa dengan bersosialisasi kita dapat mengurangi tekanan dari suatu keadaan, mengalihkan pikiran atau bisa jadi bertukar pikiran hingga akhirnya mendapatkan solusi yang tida diduga.
 
Mendalami ilmu agama, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
Sama halnya dengan stres, depresi juga bisa dicegah dengan mendalami ilmu agama dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Jika diperhatikan, cara mencegah stres dan depresi hampir sama, hanya ada beberapa perbedaan diantara keduanya.

Terus gimana buat kita-kita yang sedang mengalami?

Untuk sobat beside us yang sedang mengalami, ada beberapa cara untuk mengatasi, baik stres ataupun depresi pada dasarnya memiliki cara yang hampir sama dalam mengatasi, hanya saja yang membedakan tingkat intensitasnya.

  1. Cobalah untuk melakukan tindakan pencegahan di atas sebagai langkah agar stres dan depresi tidak semakin mendalam
  2. Berceritalah kepada orang yang sobat beside us percaya, bisa keluarga, sahabat, atau pasangan
  3. Melakukan terapi dengan cara terapi interpersonal, konseling kelompok dan dukungan sosial, terapi humor, serta terapi kognitif
  4. Pengobatan dengan cara berkonsultasi kepada psikiater (dokter kejiwaan)

Itu tadi cara mencegah dan mengatasi stres dan depresi. Lebih baik mencegah dari pada mengobati. So, sebelum lebih jauh akan lebih baik jika dicegah dulu yaa, dan untuk yang sedang mengalami stres ataupun depresi, semangat yaa, kalian nggak sendirian, banyak yang sayang sama kalian, Tuhan juga nggak pernah tidur, Ia selalu ada buat kalian, kalian hebat sudah bertahan sejauh ini. Berterima kasihlah pada diri kalian atas apa yang sudah kalian lalui <3

Bagikan:WhatsApp
Laisanti Ayu Febriani

Laisanti Ayu Febriani

Perempuan random yang menyukai puisi Eyang Sapardi Djoko Damono. Terkait hobi atau juara, mungkin sejauh ini hanya hobi mengganggumu dan juara di hatimu :)

Instagram Penulis

Komentar Pengunjung

0 Komentar
0/1000 karakter (Hanya teks biasa)

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Artikel Terkait di Kesehatan